Jumat, 14 Juni 2013

School of Basic Skill Organisation, Jembatan Pensinergisan Fakultas Biologi




Sebagai seorang mahasiswa, akademik merupakan prioritas utama untuk menjalankan kewajiban untuk menggapai semua cita-cita. Namun status mahasiswa yang digadang-gadangkan sebagai agent of change, bekal akademik saja tidaklah cukup, tapi harus mengembangkan soft skill, jiwa kepemimpinan, bersikap kritis dan peduli dengan lingkungan. Organisasi merupakan salah satu media untuk mengembangkannya. Namun demikian, tidak semua mempunyai keyakinan untuk masuk dalam suatu organisasi karena berbagai faktor, takut akan kurangnya kompetensi yang dimiliki misalnya atau sudah masuk dalam organisasi tapi kurang dapat berkontribusi. Hal itulah yang mendasari dilaksanakan sebuah kegiatan SBSO “School of Basic Skill Organisation” yang diinisiasi oleh lembaga eksekutif BEM Biologi dengan dua rangkaian acara pada hari Kamis (6/6) dan Jum’at (7/6).
Kamis (6/6) di ruang kuliah 1 dan 3 Fakultas Biologi UGM, SBSO dimulai pukul 09.00-11.30 dengan agenda sekolah media dan sekolah kesekretariatan,  yang dihadiri oleh sekitar 30 orang dari staff BEM Biologi dan perwakilan lembaga dan BSO. Dalam sekolah kesekretariatan didatangkan narasumber Eka Waqiqoh, Sekretaris Umum BEM KM UGM. Eka menyampaikan materi tentang tata cara menulis surat, term of reference, proposal sponsorship, proposal kegiatan, proposal media partner dan laporan pertanggung jawaban. Disampaikan pula perbedaan antar proposal, tata cara penulisan, pengkoreksian, dan pentingnya dapat membuat surat maupun proposal bagi pengampu dalam organisasi/lembaga dalam melaksanakan program kerja. Setelah sesi tanya jawab kemudian peserta dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 4 orang. Setiap kelompok diberi tugas mengerjakan beberapa bagian dari materi yang telah diberikan, setelah itu dipresentasikan. Narasumber memberikan koreksi dan nilai pada pekerjaan tiap kelompok.
Dalam sekolah media didatangkan narasumber Abdullah Mujadidi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, beliau telah memperoleh banyak prestasi salah satunya adalah pemenang lomba blog terbaik tingkat Yogyakarta. Narasumber mengajak kepada seluruh peserta untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membuat desain grafis, tips agar dalam desain grafis pembaca dapat merasakan apa yang disampaikan melalui pemilihan font dan warna. Setelah pematerian, peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 2-3 orang. Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster kegiatan yang bertemakan PALAPA UGM 2013. Pembuatan poster didampingi oleh narasumber dan dilakukan tanya jawab serta diskusi interaktif. Poster kemudian dipresentasikan dan diberi masukan oleh narasumber.
Rangkaian acara ke dua, Jumat (7/6) SBSO dimulai pukul 14.30 – 17.30 dengan agenda sekolah jaringan dan sekolah advokasi. Pada sesi pertama yaitu sekolah jaringan dengan narasumber Arif Djuwarno, kepala Kementrian Jaringan dan Komunikasi BEM KM UGM menyampaikan materi paradigma gerak humas. Narasumber menyampaikan paradigma humas meliputi pencitraan, jaringan, dan jurnalistik investigatif. Dikenal atau tidaknya organisasi/lembaga merupakan peranan dari humas, selain itu humas juga sebagai pencitraan suatu organisasi. Pencitraan harus meliputi internalisasi organisasi/lembaga yang diampu, aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat luar dan aktif memberi pencitraan dahulu sebelum dicitrakan oleh pemangku kepentingan lain, pencitraan mengarah ke hal positif dan terkontrol.
Jaringan dibutuhkan, relevan, tersistem, dan terjalin komunikasi. Humas dibutuhkan untuk memperluas jaringan ke organisasi dan lembaga lain, dengan demikian organisasi/lembaga yang diampu akan mudah mendapatkan akses apabila punya kepentingan dalam menjalankan program kerja. Dengan mempunyai data, maka hubungan dengan pihak luar dapat tersistem dan harus selalu terjalin komunikasi, tidak hanya saat membutuhkan. Yang tidak kalah penting adalah menjalin hubungan dengan organisasi/lembaga lain yang dapat memberi akses financial sebagai salah satu faktor pembawa kemajuan program kerja. Jurnalistik investigatif meliputi publisitas, sosialisasi, dan pembentukan opini publik. Salah satunya adalah pentingnya press release kegiatan sebagai media publisitas, sosialisasi, pembentukan opini publik dan propaganda issue yang harus dibuat oleh humas yang selanjutnya diberikan ke media.
Humas sendiri meliputi humas lembaga yang dalam kegiatannya melakukan kunjungan, survei dalam hubungan internal, riset, sosialisasi, manajemen organisasi, bank informasi, agen pers. Kedua adalah humas gerakan yang kegiatannya meliputi manajement issue, pembentukan opini publik dan propaganda, lobby, hubungan dengan tokoh kunci, penokohan figur dan membentuk persepsi lembaga. Setelah pematerian ada sesi tanya jawab. Peserta menanyakan mengenai tips dan meminta saran agar jaringan dalam organisasinya dapat melakukan fungsinya dengan baik.
Selanjutnya sekolah advokasi dengan pembicara Adhitya Danny W dari Dema Justicia Fakultas Hukum UGM menyampaikan manajemen aksi. Pembicara menyampaikan perlunya aksi sebagai alternatif terakhir setelah dialog, negosiasi, dan lobby tidak berhasil. Aksi sebagai penyampai suatu masalah karena pengampu kebijakan jauh dari kita. Dengan aksi diharapkan pesan dapat tersampaikan dan masyarakat sadar bahwa ada suatu masalah. Selain itu narasumber menyampaikan langkah yang harus dilakukan sebelum aksi yaitu pengkajian issue, pembuatan press release sebagai media propaganda, penyampaian surat pemberitahuan kepada pihak yang dituju, dan pemberitahuan ke kepolisian. Pembicara menyampaikan perangkat aksi meliputi kordum, korlap, orator, agitator, humas, negosiator, border, dan dokumenter serta leaflet, stiket, dan run text. Setelah pematerian peserta diajak untuk melakukan simulasi aksi di halaman Fakultas Biologi yang mengangkat tema tentang pencurian sumber daya genetik Indonesia oleh bangsa lain.
Meidiana, peserta SBSO menuturkan bahwa dengan simulasi aksi dia menjadi tahu gambaran bagaimana aksi berlangsung dan peranan dari tiap perangkat aksi yang sebelumnya tidak dia ketahui.
Dengan serangkaian SBSO dapat menjadi media pembelajaran tentang kemampuan dasar yang harus dimiliki agar dapat berkompeten dan dapat berkontribusi penuh untuk organisasi sesuai dengan fungsi kelembagaannya agar semakin maju dan mensinergiskan Fakultas Biologi. (Emi Listiati/Wiko Arif Wibowo)
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

0 komentar: